Cintailah Dia Sewajarnya, Karena Yakinlah Lukamu Yang Tertunda Pada Waktunya

Perasaan cinta yang sulit ditebak kian semakin menjadi. Rasa yang tertinggal begitu dalam amat menyengat sampai menyentuh ke jantung hati. Bila mana seseorang yang telah jatuh hati apakah ia dapat bangkit kembali? Walaupun tertatih karena luka yang amat pedih berusahalah dengan kuat bahwa yakin cintanya itu bukan yang terbaik.

Cintailah Dia Sewajarnya, Karena Yakinlah Lukamu Yang Tertunda Pada Waktunya


Cintailah Dia Sewajarnya, Karena Yakinlah Lukamu Yang Tertunda Pada Waktunya. Mungkin dia datang hanya sebagai penghibur hati semata dalam kesendirian.

Ketika mendengarkan kisah Asma binti Abu Bakar, siapa yang tak mengenal perempuan tangguh ini? Perempuan yang diberi gelar oleh Rasulullah sebagai Dzatun Nithaaqain (perempuan pemilik dua selendang). Itu karena jasanya yang tak kenal takut menjadi pengantar makanan bagi kaum muslimin periode awal meskipun resikonya nyawa. Kelak, perempuan tangguh ini menikah dengan Zubair bin Awwam yang di masa tuanya, ia juga diceraikan oleh laki-laki surga ini.

Laki-laki surga adalah laki-laki yang mendapat jaminan masuk surga dari kekasih Allah, Muhammad SAW. Laki-laki surga saja mampu menceraikan perempuan tangguh nan beriman seperti Asma binti Abu Bakar, apalagi laki-laki biasa yang hidup di zaman fitnah seperti sekarang ini. Tak hendak berprasangka terhadap sosok mulia selevel Asma binti Abu Bakar dan Zubair bin Awwam, namun ada hikmah yang pasti ada untuk diambil pelajaran.

Ukhti salihah yang dirahmati Allah. Sebagus apapun iman seseorang, dia hanyalah manusia biasa. Dia bukan malaikat yang tak bisa melakukan salah apalagi dosa. Apalagi suami kita, laki-laki yang dinikahi karena kesalihannya adalah juga manusia biasa yang bisa saja terperosok salah. Perceraian bukanlah kemaksiatan, ia hanyalah pintu terakhir ketika biduk rumah tangga tak lagi bisa diharapkan keharmonisannya.

...Sebagus apapun iman seseorang, dia hanyalah manusia biasa. Dia bukan malaikat yang tak bisa melakukan salah apalagi dosa...

Maka benarlah ketika Islam memberikan pelevelan cinta itu sesuai tempatnya. Pertama dan utama adalah untuk Allah baru kemudian untuk RasulNya dan setelah itu baru manusia yang bisa saja orang tua, suami/istri dan anak-anak. Urutan ini ada untuk kebaikan manusia sendiri. Ketika seseorang mencintai Allah dan RasulNya melebih segalanya, maka pahitnya hidup yang membuatnya kecewa dan terluka tak akan pernah membuat manusia lari dariNya. Sebaliknya, contohlah Asma binti Abu Bakar yang tengah terluka dicerai suami yang sangat dicintainya, ia memilih menyibukkan diri mempersiapkan putra-putranya menjadi mujahid unggul.[voa-islam]
Advertisment

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cintailah Dia Sewajarnya, Karena Yakinlah Lukamu Yang Tertunda Pada Waktunya"

Post a Comment