Dia Mutusin Kamu Pergi Tanpa Permisi Janganlah Dendam Karena Semakin Dendam Semakin Kamu Menderita

Wahai kamu tanpa sadarnya telah pergi meninggalkan ku dengan kesendirian dan kini aku di penuhi oleh luka dengan rasa sakit yang amat dalam. Memang waktu sudah berlalu dan terlalu larut untuk di ungkapkan. Cukup di kenang bersama kenangan manis diwaktu senja dengan terpaan angin yang begitu bersahabat. Dan aku pun bersyukur karena luka ini membuatku jauh lebih kuat dan tegar untuk lebih bersabar lagi dalam menjalankan panorama kehidupan.


Hal apa yang akan membuat sulit untuk melupakan adalah dengan mudah mengingat kebiasaan yang dilakukan oleh kisah yang telah lalu yang terkadang tanpa sadar kamu ikuti untuk menarik perhatian. Cobalah diingat lagi pasti kamu akan tersenyum sendiri saat membayangkannya.

Dia Mutusin Kamu Pergi Tanpa Permisi Janganlah Dendam Karena Semakin Dendam Semakin Kamu Menderita2


Bagiku cukup mendoakan merupakan suatu kebahagian tersendiri untuk memenuhi hati dan pikiran dengan tenang. Bahkan dulu saat aku menyebut namamu dalam doa adalah perasaan bahagia itu bisa sangat membuncah memenuhi seisi hati. Namun biarlah yang sudah berlalu, kamu yang memulainya dan kamulah yang mengakhiri lalu pergi tanpa permisi. Kini Alhamdulillah aku sadar, karena aku tanpa ada niatan untuk membalas perbuatanmu.


Karena hampir setiap orang pernah mengalami sakit hati atas perlakuan tidak mengenakan dari orang yang paling dekat dan orang-orang disekelilingnya. Hal itu wajar mengingat manusia bukanlah malaikat. Selama tidak menjadi dendam dan menancap dalam hati berlarut-larut, masih manusiawi. Tapi jika saki hati itu tidak dikelola dengan baik, tentu akan berpotensi menjadi dendam kesumat yang siap meledak. Jika sudah parah bisa mengakibatkan gangguan mental. Rasulullah saw, sampai mengingatkan,”Sesungguhnya salah seorang yang paling dibenci Allah adalah orang yang dendam kesumat.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Megobatinya adalah dengan memberi ruang kepada hati untuk melepaskan beban kebencian lewat pemaafan. Duduk dan selamilah mengapa dendam itu masih bercokol? Apakah harus dilampiaskan? Apa manfaatnya jika sudah terlampiaskan? Bukankah Allah telah menggariskan segalanya? Bisa jadi perlakuan tidak enak pada masa lalu merupakan pelajaran agar kita lebih baik pada masa mendatang merenunglah bahwa segala sesuatu pasti ada balasanya, jika kita dizalimi, Allah pasti membalasnya. Memang tidaklah mudah dengan memberikan arti sebuah kata maaf. Tetapi menyimpan dendam sesungguhnya tidak membahagiakan. Karena semakin dendam semakin kamu menderita.


Itulah yang dilarang Rasulullah saw.,”Janganlah kalian saling mendengki, saling memfitnah (untuk suatu persaingan yang tidak sehat), saling membenci , saling memusuhi, dan jangan pula saling menelikung transaksi orang lain. Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim). 
Advertisment

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dia Mutusin Kamu Pergi Tanpa Permisi Janganlah Dendam Karena Semakin Dendam Semakin Kamu Menderita"

Post a Comment