Pernah Bilang Sayang dan Udah Nyaman Pada Akhirnya Akan Kalah Sama Yang Punya Mahar Duluan

Ketika cinta yang sudah tumbuh tinggi dan akan berbunga mekar akan mudah menarik perhatian oleh si kumbang madu. Kumbang madu berhiasan tahta warna emas menarik hinggap pada bunga yang sudah siap merekah. Namun sayang, kumbang pun terjatuh oleh tiupan angin yang cukup kencang. Pada akhirnya kumbang lain pun yang terbang tinggi hinggap duluan pada bunga nan cantik jelita itu.

Pernah Bilang Sayang dan Udah Nyaman Pada Akhirnya Akan Kalah Sama Yang Punya Mahar Duluan


Sebelumnya cinta begitu hadir oleh sebuah perasaan yang saling penasaran belaka. Seiring berjalannya antara cinta dan waktu akan membawa pada satu titik kasih sayang dan rasa nyaman disaat bersamanya. Namun akhirnya cinta itu sering kita lihat dan terjatuh patah hati sebelum cinta yang benar-benar merekah elok indahnya. Semua itu berujung pada saling menyalahkan dan saling mencaci satu sama lain. Hingga akhirnya tidak ada lagi saling sapa, akibat kegagalan menanggapi rasa.


Mungkin kita pernah merasakan pada suatu rasa kenyamanan antara satu sama lainnya. Saling mengisi di tengah kekosongan hati dan melengkapi hari-hari yang kadang sangat mengesalkan. Tapi apakah ini benar-benar cinta bukan hanya rasa penasaran belaka. Apakah ini cinta, saat awal pagiku selalu menunggu sapaan hangat darimu. Apakah ini cinta, saat aku mulai takut kehilangan akan hadirmu. Dan apakah ini cinta, saat kita belum mempunyai sebuah ikatan yang halal.


Aku melihat hati yang patah berusaha untuk bangkit dan apakah mungkin terlalu berharap pada perhatianmu wanita? Salahkah jika hati wanita mulai merasa nyaman dan ingin di halalkan. Atau kita yang terlalu jauh berangan-angan, sehingga melumpuhkan logika dan memaksakan takdir.


Pernah bilang sayang dan udah nyaman pada akhirnya akan kalah sama yang punya mahar duluan. Karena dia mungkin lebih memiliki ketegasan untuk datang menghalalkan atau pergi mengikhlaskan. Jangan pernah menggantung perasaan wanita di tengah ketidak pastian. Agar yang benar-benar serius tidak ragu untuk mendekat. 

Sekarang aku benar-benar lebih mengerti, karena Wanita itu butuh kepastian dan ketegasan dari seorang pria, tidak hanya sekedar ucapan sayang atau hanya sekedar janji-janji. Dia pun pernah bilang "Datanglah ke rumah dan bertemu ayah saya jika benar-benar serius. Kalau tidak mau hadir di undangan pernikahan saya sebagai tamu". 
Advertisment

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pernah Bilang Sayang dan Udah Nyaman Pada Akhirnya Akan Kalah Sama Yang Punya Mahar Duluan"

Post a Comment