Sahabat.. Karena Setiap Manusia Punya Kesalahan Tetapi Kesalahan Itu Jangan Sampai Jadikan Kebiasaan

Sahabat sejati tak akan pernah mau melihat sahabatnya jatuh terluka. Karena di setiap kesalahan pasti ada sebab dan akibatnya. Pada hakikatnya manusia itu tidak ada yang sempurna kecuali Allah swt. Manusia adalah salah satu tempat yang tidak akan pernah luput dari yang namanya salah dan dosa. Melakukan kesalahan itu wajar sebagai seorang manusia. 

Sahabat.. Karena Setiap Manusia Punya Kesalahan Tetapi Kesalahan Itu Jangan Sampai Jadikan Kebiasaan


Sahabat.. Karena Setiap Manusia Punya Kesalahan Tetapi Kesalahan Itu Jangan Sampai Jadikan Kebiasaan.  Kesalahan itu adalah sifat dasar dari setiap manusia. Justru dari kesalahan kau bisa belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik. Yang tidak boleh adalah jangan sampai kau melakukan kesalahan yang sama dua kali. Apalagi melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang kali. Itu menjadikanmu orang yang bodoh karena tidak belajar dari kesalahan.


Doakanlah semua orang yang kau kasihi. Doa ibarat sebuah tali yang mempererat hati. Doa ibarat sebuah pelukan yang mendamaikan.Karena Doa itu ibarat sepasang sayap yang mengangkat kita ke surga. Dengan mendoakan seseorang, berarti kau selalu mengingat-ingatnya dalam kebaikan. Dengan mendoakan orang yang kau sayang, berarti kau menganugerahinya kebahagiaan dengan nama Allah. 


Jangan memaksa diri untuk menjadi sempurna untuk dirimu sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna. Kau diciptakan dengan kelebihan dan kekuranganmu sendiri. Tidak semua yang kau anggap baik adalah baik buatmu. Terimalah segala kelebihan dan kekuranganmu dengan rasa syukur dan manfaatkanlah semuanya dengan sebaik-baiknya. Jangan memaksa dirimu menjadi sempurna untuk orang lain. 


Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam; barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya; barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR Bukhari Muslim).


Lebih baik berkata atau diam. Ada tiga hal penting yang dikemukakan Rasulullah SAW dalam hadist tersebut. Pertama, keharusan menjaga lisan. Kedua, keharusan menghormati tetangga. Dan ketiga, keharusan memuliakan tamu.

Berkata baik atau diam termasuk salah satu dari empat etika kebaikan yang sangat utama dalam Islam, selain meninggalkan hal-hal yang kurang bermanfaat, menahan marah, dan mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya.

Terkait perintah berkata baik atau diam, Imam Syafii mengatakan, “Hadist ini bermakna apabila seseorang hendak bicara, maka berpikirlah terlebih dulu. Apabila telah jelas bahwa ucapannya akan membawa kemaslahatan, maka berbicaralah. Dan apabila telah jelas bahwa ucapannya akan membawa kemudharatan atau ia ragu, bahaya dan tidaknya, maka diamlah”.

Diam adalah sesuatu yang netral. Diam bisa menunjukkan keutamaan atau kebodohan seseorang. Diam pun bisa menunjukkan perbuatan haram ataupun halal. Intinya, baik buruknya sikap diam sangat dipengaruhi oleh adanya stimulus yang datang pada seseorang. Karena itu, ada beberapa tingkatan orang diam, yaitu diamnya orang berilmu (saleh), diamnya orang yang memang pendiam, dan diamnya orang bodoh.

Diam tipe orang pertama adalah yang paling utama. Ia diam karena tahu ada kebaikan di balik diamnya tersebut. Ada sebuah kisah menarik dari Anas bin Malik. Suatu hari pada Perang Uhud, aku melihat seorang pemuda yang mengikatkan batu ke perutnya lantaran kelaparan.
Advertisment

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sahabat.. Karena Setiap Manusia Punya Kesalahan Tetapi Kesalahan Itu Jangan Sampai Jadikan Kebiasaan"

Post a Comment