Sebab Allah, Aku Mencintaimu Setia Tulus Dalam Taqwanya

Sebab cinta adalah fitrah manusia tapi kita sebagai manusiayang baik harus tau bagaimana mengelola fitrahnya itu. Kalau cinta semudah mengungkapkan "aku mencintaimu" maka itu bukan cinta. Tapi hawa nafsu. Yang benar-benar mencintai karena Allah tidak akan berucap karenanya mampu untuk menghormati.



Sebab Allah, Aku Mencintaimu Setia Tulus Dalam Taqwanya. Selalu ada rindu yang tak bisa dijelaskan. Aku sangat marah padamu karena rindu itu, tapi aku juga mencarimu. .
Memang sungguh munafik diriku, tapi memang ini soal rasaku. Namamu selalu ada dalam syair doaku
.
Entah, aku memang bodoh.
Tak ada bosan ku sebut namamu pada Sang Pemilik hati

Aku tak ingin jatuh cinta padamu.
Jatuh menyakitkan, aku tak ingin cintaku berpenyakit.

Soal mimpi, selalu kumimpikan membangun cinta bersamamu.
Pada hakiki cinta, kita bahagia
Cinta yang hanya karena Allah sebab kita saling mengasihi.
.
Karena Allah, aku mencintaimu
Selalu kusemogakan mimpiku itu, tenanglah soal rasa. Diri tak pernah berdusta.
.
Dan aku ingin membuat kesepakatan padamu. Aku merayuNya agar kita bersatu.
Dan kau, juga merayuNya agar kita kekal sampai ke surganya

Mencintai dan rasa ingin dicintai adalah fitrahnya manusia. Setiap manusia akan merasakannya. Tidak bisa tidak. 

Cinta bersemi dalam hati sanubari. Alami dan sesuai fitrah insani. Rasa cinta adalah karunia yg meski disyukuri. 

Mengundang pahala apabila diekspresikan sesuai dengan porsinya, sesuai dengan syariat Allah dan RasulNya. 

Namun hal itu kembali kepada kita bagaimana cara kita untuk merayakan cinta yg menyeruak dalam dada. 

Agar cinta yang tumbuh sehat, kuat, mekar, dan berbunga. Dan kita harus bisa menata hati untuk melahirkan cinta yang hakiki dan cinta yang sejati. Sehingga tak salah bila hati mencintai orang yang tepat.
Advertisment

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sebab Allah, Aku Mencintaimu Setia Tulus Dalam Taqwanya"

Post a Comment