Jomblo Kepo Banget Cari Tau Keutamaan Halal Bihalal Saat Lebaran

SejatinyaJomblo - Tak terasa sudah memasuki bulan syawal, dimana salah satu bulan yang di rahmati oleh Allah SWT. Satu syawal ( Idul Fitri 1 Syawal 1438 H jatuh pada tanggal 25 Juni 2017 ) kemarin adalah salah satu momen yang tepat untuk mencurahkan rasa rindu dan merayakan hari kemenangan bersama keluarga tercinta bagi umat muslim di dunia.

Jomblo Kepo Banget Cari Tau Keutamaan Halal Bihalal Saat Lebaran

Tentunya pada saat itu sahabat tidaklah ketinggalan untuk melakukan halal bihalal bersama sanak saudara dan keluarga tercinta. Kegiatan halal bihalal biasa dilaksanakan masyarakat Muslim selepas Lebaran untuk bersilaturahmi dengan kerabat dan juga memohon maaf atas segala kesalahan untuk menyempurnakan Idul Fitri. Selain itu juga ada banyak keutamaan dan kebaikan pada bulan syawal seperti diantaranya:

Ketika Jomblo Kepoin Kedasyatan Berpuasa Di Bulan Syawal

Alasan Pengen Cepet Jadi Papah Muda dan Mamah Muda Karena Menikah Di Bulan Syawal Manisnya Laksana Madu

Manfaat Menikah Di Usia Muda Karena Itu Jadikanlah Aku Papa Muda

Jomblo Kepo Banget Cari Tau Keutamaan Halal Bihalal Saat Lebaran? Kegiatan Halal bihalal juga ternyata memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam. Apa sajakah keutamaan halal bihalal dalam Islam?

Menurut kamus besar bahasa kbbi.web.id/halalbihalal

ha·lal·bi·ha·lal n hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang: -- merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia;

ber·ha·lal·bi·ha·lal v bermaaf-maafan pada Lebaran: pada Lebaran kita ~ dengan segenap sanak keluarga dan handai tolan


Dengan demikian, halal bi halal yang merupakan tradisi di negeri kita ini, merupakan bentuk pelaksanaan dari perintah Allah dan Rasul-Nya sebagaimana telah diterangkan di atas. Halal bi halal juga merupakan sarana yang efektif untuk mempereratkan kembali tali silaturahmi antara sesama Muslim, dalam rangka menumbuhkan kembali solidaritas Islam sebagai salah satu ciri umat Muhammad SAW.

Seperti yang dilansir oleh Dailymoslem,  Halal bi Halal dan bersilaturahmi kepada sesama atau keluarga setelah melaksanakan shalat Ied merupakan adat dan kebiasaan yang telah mengakar di Tanah Air kita. Halal bi halal tersebut dimaksudkan untuk saling bermaaf-maafan secara ikhlas atas segala dosa dan kesalahan baik disengaja maupun tidak, sebagaimana firman Allah SWT:

“Jadilah pemaaf dan anjurkanlah orang berbuat baik, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A`raf: ayat 199).

Maksud ayat di atas adalah, walaupun amal ibadah kita sudah diterima oleh Allah SWT, namun apabila kita mempunyai kesalahan terhadap seseorang, Allah tidak akan memaafkan dosa kita tersebut, kecuali seseorang tersebut memaafkan dosa kita. Dan di hari akhirat kelak, orang yang belum sempat meminta maaf semasa hidupnya kepada yang dihinakannya itu, mereka akan membayar amal jariahnya kepada orang yang disakitinya tersebut, setimpal dengan dosanya.

Rasulullah SAW bersabda, “Taukah kamu siapa itu orang bangkrut? (para sahabat menjawab): Yakni orang yang tak memiliki uang dan harta di antara kami. Rasul lantas menjelaskan bahwa: Orang bangkrut itu di kalangan umatku, ialah orang yang dibangkitkan dengan dosa karena mencaci maki orang lain, menuduh orang lain, memakan harta yang tidak sah, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Maka dibayarlah amal baiknya itu (dari pahala shalat, puasa dan zakat) karena kesalahannya ini. Jika kebaikannya itu menjadi habis sebelum dibayar ‘dengan bermaafan’ maka dosa orang yang disakiti itu dialihnamakan kepadanya; kemudian dia ditempatkan ke dalam neraka jahanam.”

Maka dari itu, Allah menganjurkan kita agar kita saling maaf-memaafkan seperti firman-Nya di atas.

Puasa bulan Ramadhan yang kita tunaikan dengan keyakinan dan kesungguhan, seperti yang diperintahkan Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183, maka akan dosa kita yang telah lalu terampuni seperti disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Adapun dosa kita kepada sesama manusia hanya dapat terhapus dengan saling memaafkan antara kita. Hal tentang maaf-memaafkan tersebut telah diatur dalam Islam sebagaimana diisyaratkan dalam QS. Al-A`raf ayat 199 dan hadits Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda, “Dua orang Muslim yang bertemu, lalu keduanya saling berjabat tangan, niscaya dosa keduanya diampuni oleh Allah sebelum mereka berpisah.” (HR. Abu Dawud).

Dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Hakim dan Turmudzi ditegaskan bahwa golongan yang paling banyak akan masuk surga adalah orang-orang yang bertakwa kepada Allah dan orang-orang yang memiliki akhlak yang baik. Para ahli tafsir menyebutkan bahwa hadist tersebut menjelaskan firman Allah dalam surat Al-Qalam ayat 4.

Allah SWT berfirman, “Kau (Muhammad) sungguh punya watak budipekerti yang mulia.” (QS. Al-Qalam ayat 4).

Salah seorang sahabat, Usman bin Syiraih bin Ahwash bertanya kepada Rasul tentang kriteria akhlak yang mulia. Rasulullah SAW memberikan jawabannya dengan sabdanya:

“Yakni, engkau mau memberikan kepada orang yang pernah mengharamkan pemberian untukmu. Engkau mau memaafkan orang yang pernah berlaku zalim kepadamu dan sudi mempertautkan kembali hubungan ‘silaturahmi’ dengan orang yang pernah memutuskan hubungan denganmu.” (HR. Al-Hakim dan Thabrani).

Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda). (HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294)).

wallahualam...
Advertisment

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jomblo Kepo Banget Cari Tau Keutamaan Halal Bihalal Saat Lebaran"

Post a Comment