Mas Sebentar Lagi Lebaran Kapan Datang Kerumah Bawa Rombongan Keluarga?

SejatinyaJomblo - Lebaran tinggal menghitung hari, oh iya setelah lebarankan memasuki bulan syawal. Sudah siapkah kita untuk membayar zakat sebelum hari raya lebaran tiba? Selain itu juga ada banyak amalan lain yang sangat mulia yakni di bulan puasa Dan syawal. Salah satu amalan penting di akhir bulan puasa atau mendekatinya hari raya lebaran dengan membayar zakat fitrah.


Kita hanya bisa memanjatkan puji syukur kepada Allah atas nikmat yang tak terhingga ini. Allah Yang Maha Memberi Nikmat telah memberikan kesempatan untuk merasakan sejuknya beribadah puasa. Sungguh suatu kebanggaan, kita bisa melaksanakan ibadah yang mulia ini. Janji yang pasti diperoleh oleh orang yang berpuasa jika dia menjalankan puasa dengan dasar iman kepada Allah dan mengharapkan ganjarannya telah disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits berikut:

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)


Lalu ada satu lagi amalan di bulan syawal yaitu menjalankan puasa sunahnya. Puasa sunah dapat dilakukan pada bulan syawal seperti yang dilansir oleh muslim.or.id, ada banyak puasa sunnah yang dapat dilakukan oleh seorang muslim setelah Ramadhan. Di bulan Syawal, kita dapat menunaikan puasa enam hari Syawal. Juga setiap bulan Hijriyah kita dapat berpuasa tiga hari dan lebih utama jika dilakukan pada ayyamul bid yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15. Kita juga dapat melakukan puasa Senin-Kamis, puasa Arofah (pada tanggal 9 Dzulhijah), puasa Asyura (pada tanggal 10 Muharram), dan banyak berpuasa di bulan Sya’ban sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan jika ada yang punya kemampuan boleh juga melakukan puasa Daud yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak. Semoga Allah memudahkan kita melakukan amalan puasa sunnah ini.



Berpuasa Enam Hari di Bulan Syawal



Hendaklah di bulan Syawal ini, setiap muslim berusaha untuk menunaikan amalan yang satu ini yaitu berpuasa enam hari di bulan Syawal. Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)
Pada hadits ini terdapat dalil tegas tentang dianjurkannya puasa enam hari di bulan Syawal dan pendapat inilah yang dipilih oleh madzhab Syafi’i, Ahmad dan Abu Daud serta yang sependapat dengan mereka. (Lihat Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/56)
Bagaimana cara melakukan puasa ini? An Nawawi dalam Syarh Muslim, 8/56 mengatakan, “Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.”

Menikah di bulan Syawal



Sebelum bulan Syawal meninggalkan kita, masih ada kesempatan untuk melaksanakan puasa sepekan bernilai setahun. Pada bulan ini juga banyak amalan lain yang di kalangan masyarakat Indonesia identik dengan ibadah-ibadah tertentu seperti menikah dan lainnya. Bagaimana penjelasannya? Berikut kajiannya!
Setelah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, kini tibalah memasuki bulan Syawal. Bulan yang dianggap baik untuk membina rumah tangga. Teman dan kerabat di bulan ini banyak melakukan pernikahan, bahkan mungkin setiap hari bisa jadi lebih dari satu undangan menghadiri pernikahan kerabat.
Adapun hadis yang menceritakan tentang anjuran menikah di bulan Syawal, salah satunya adalah “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Muslim). Tapi apakah keutamaan bulan Syawal hanya terbatas pada anjuran untuk menikah?!

Tuh kan, Mas Sebentar Lagi Lebaran Kapan Datang Kerumah Bawa Rombongan Keluarga?



Banyak keutamaan yang tersimpan di bulan Syawal, dan memang menikah adalah salah satu yang dianjurkan. Selain menikah, di bulan Syawal juga dianjurkan untuk melakukan I’tikaf di masjid. Hal ini di karenakan untuk menutupi ibadah-ibadah yang tidak sah di bulan Ramadhan dan melanjutkan amalan sholih agar tidak berhenti di bulan Ramadhan saja.
Advertisment

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mas Sebentar Lagi Lebaran Kapan Datang Kerumah Bawa Rombongan Keluarga?"

Post a Comment