Belajarlah Dari Akar Meskipun Tak Terlihat Namun Bisa Menopang Buah Dan Daunnya

SejatinyaJomblo - Belajarlah mulai dari sekarang dan berlomba dalam berbuat kebaikan. Karena diam itu lebih baik. Sejatinya manusia kadang ingin merasa ingin dilihat secara lebih dan ingin pula mendapatkan sesuatu yang lebih dari pujian sedangkan ia pun enggan untuk melakukannya. Bekerja keras dan selalu berpikir positif itu tandanya orang yang ingin maju walau pun ada berbagai rintangan yang harus dihadapi. Dia pun pasti tau bahwa orang yang bekerja keras seberat apapun bebannya akan terasa ringan bila di jalankan dengan penuh keikhlasan dan penuh rasa syukur.

Belajarlah Dari Akar Meskipun Tak Terlihat Namun Bisa Menopang Buah Dan Daunnya


Dalam kehidupan bermasyarakat, kita tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial. Adanya interaksi antara individu yang satu dengan lainnya, yang kadangkala sering kita jumpai adanya hubungan yang bersifat positif dan negatif. Bukan berarti kebaikan kita wajib ditutupi, dan sama sekali tak boleh dibuka, apalagi kalau hal itu bisa memotivasi banyak orang mengikuti jejak kebaikan kita. Insya Allah hal itu menjadi pintu dakwah bagi kita. 


"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat [49]:13)

Ada beberapa perilaku individu dalam pergaulan yang dapat mengakibatkan nilai negatif dalam masyarakat, antara lain adalah :

1. Ghibah (gunjing)

Ghibah atau gunjing merupakan perilaku negatif karena perbuatan itu menimbulkan hal-hal yang tidak baik (banyak menimbulkan kerugian).

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berburuk sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari berburuk sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (Qs: Al-Hujurat : 12)

2. Namimah (memfitnah)

Namimah merupakan perbuatan yang juga dilarang karena akan banyak mendatangkan dampak negatif yang tidak kita harapkan. Namimah yang lebih dikenal dengan menfitnah merupakan perbuatan yang berdampak negatif, akibat perbuatan ini tali silaturrahim dapat putus dan hancur, keluarga yang harmonis bisa jadi berantakan, sebab orang yang melakukan perbuatan namimah ini memiliki tujuan tertentu seperti ingin menghancurkan dan mencerai beraikan hubungan silaturrahim baik secara individu maupun kelompok.

Orang yang suka menfitnah biasanya memiliki sifat tidak senang melihat orang lain sukses, memiliki rasa iri hati dan merasa senang jika orang lain menderita atau gagal. Banyak kasus fitnah yang terjadi di masyarakat, rumah, sekolah dan lingkungan dimana kita berada. Untuk itu kita harus berhati-hati dengan khabar atau informasi yang disampaikan orang lain.

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (Qs: Al-Hujurat : 6)

Selain menghancurkan pergaulan, hubungan baik dan silaturrahim, orang yang suka menfitnah akan berdosa serta tidak akan masuk sorga, Rasulullah SAW bersabda yang artinya : Diriwayatkan oleh Hudzaifah  r.a. Aku pernah mendengar Nabi SAW besabda : seorang qattat (orang yang mengadu domba orang lain agar tercipta perselisihan atau pertikaian diantara mereka) tidak akan masuk sorga (HR. Bukhari).

Belajarlah Dari Akar Meskipun Tak Terlihat Namun Bisa Menopang Buah Dan Daunnya. Cobalah tengok Padi di sawah yang mendekati masa panen akan terlihat merunduk (tidak tegak) karena beban bulir padi yang berisi. Dengan kata lain, padi yang semakin berisi akan semakin merunduk. Dalam pergaulan hidup, ketika seseorang kebetulan dianugerahi Allah kepandaian/ilmu yang mumpuni, kekayaaan, dan pangkat kedudukan, hendaklah meniru padi, yaitu bisa bersikap rendah hati. 

Jadilah seperti akar… Yang bekerja dalam sunyi dan diam tanpa suara, tak gaduh melakukan kewajibannya menjadi kontributor utama kehidupan baru sebuah pohon.

Belajarlah dari akar… Yang tetap bekerja walau tak dipandang mata, yang tetap berbuat walau ditengah sepi. Karena ikhlasnya akar adalah sebenar-benarnya pembelajaran.

 Dialah akar… Yang ketika hasil kerjanya sudah mulai tampak dengan hijaunya daun; kuatnya batang dan ranting serta matang ranumnya buah, tidak kemudian menjadikannya sombong jumawa lantas sesumbar mengaku “Itu semua adalah hasil kerja ku!!”

Berbuatlah seperti akar… Yang kelak tetap semangat bekerja tak hentinya, ketika musim dan cuaca mulai menggugurkan daunnya ; melapukkan batang dan rantingnya serta manusia mulai memetik habis buahnya.

(Muttafaqun ‘alaih).‬
( Lyra Puspa)

Singkatnya, orang Jawa percaya pada pepatah: 

Sapa kang ngasorake diri bakal kaunggulake, lan sapa kang nggunggulake diri bakal diasorake. 

Artinya barang siapa yang bisa bersikap rendah hati, maka dirinya termasuk pribadi yang diunggulkan. Sebaliknya, barang siapa yang selalu meunggul-unggulkan dirinya akhirnya akan mendapati kehinaan. Bila ingin dihormati maka menghormatilah terhadap sesama. Jangan lupa untuk menjaga dan saling sapa senyum satu sama lainnya wujud nyata cermin kebahagiaan surga dunia.
Advertisment

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Belajarlah Dari Akar Meskipun Tak Terlihat Namun Bisa Menopang Buah Dan Daunnya"

Post a Comment