Ini Hukum Memberikan Sedekah Subuh Untuk Kedua Orang Tua

Table of Contents

SejatinyaJomblo - Memberi sedekah bukan berarti kita harus selalu banyak uang dan menunggu kaya. Melainkan sedekah bisa dilakukan oleh siapa saja kepada orang yang tidak mampu sekalipum mereka berhak mendapatkan setiap bantuan maupun uluran dari  tangan kita. Disisi lain orang yang baik belum tentu mau bersedekah namun pastinya orang yang senantiasa rendah hati selalu menyisihkan sebagian rezekinya kepada orang yang membutuhkan bantuan baik itu secara materi berupa uang maupun moril. Lantas bagaimana jika kita hendak memberikan sedekah subuh kepada kedua orang tua kita? 


Ini Hukum Memberikan Sedekah Subuh Untuk Kedua Orang Tua/Shutterstock


Disisi lain yang merupakan sedekah subuh dimana dapat dilakukan seperti sedekah pada umumnya, hanya saja dilakukan pada waktu subuh. Sedekah bisa dilakukan kapan saja tanpa batasan waktu, namun ada keutamaan yang luar biasa jika diamalkan sewaktu subuh.

Seperti yang dilansir DetikHikmah dan melansir buku Sapu Jagat Keberuntungan tulisan Ahmad Mudzakir, malaikat turun mendoakan muslim yang mengerjakan sedekah subuh. Hal ini disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,

Sedekah subuh adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Hukumnya adalah sunnah, artinya dianjurkan untuk dikerjakan dan akan mendapatkan pahala yang besar, tetapi tidak berdosa jika tidak dilakukan.

Berikut adalah beberapa dalil dan keutamaan sedekah subuh:


Ilustrasi Sedekah Subuh Kedua Orang Tua/Shutterstock


1. Didoakan oleh Malaikat

Ini adalah dalil utama yang sering dijadikan landasan. Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara mereka berdoa, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.' Sedangkan yang lainnya berdoa, 'Ya Allah, berikanlah kebinasaan bagi orang yang menahan hartanya.'" (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menunjukkan bahwa setiap pagi, ada dua malaikat yang turun. Satu malaikat mendoakan keberkahan dan penggantian bagi orang yang bersedekah, sementara yang lain mendoakan kebinasaan bagi orang yang kikir.

2. Keberkahan di Waktu Pagi

Waktu subuh adalah waktu yang penuh berkah. Rasulullah SAW bersabda:

"Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi mereka." (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi, An Nasa'i dan Ibnu Hibban)

Bersedekah di waktu yang penuh berkah ini akan memberikan nilai lebih dan kebaikan sepanjang hari.

3. Keutamaan Lainnya

Selain mendapatkan doa dari malaikat, sedekah subuh juga memiliki banyak keutamaan lain, di antaranya:

Pembuka Pintu Rezeki: 

Sedekah tidak akan mengurangi harta, bahkan Allah akan melipatgandakan rezeki bagi orang yang bersedekah.

Menghapus Dosa: 

Sedekah dapat menghapus dosa, sebagaimana air memadamkan api.

Menolak Bala dan Musibah: 

Sedekah dapat menjadi pelindung dari berbagai musibah atau malapetaka yang bisa saja terjadi.

Mempermudah Terkabulnya Doa: Sedekah subuh dipercaya dapat menjadi wasilah atau jalan agar doa-doa yang dipanjatkan lebih cepat dikabulkan.

Menyembuhkan Penyakit: Sedekah dapat menjadi wasilah untuk mendapatkan kesembuhan dari Allah SWT.

Cara Melaksanakan Sedekah Subuh

Sedekah subuh dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

  1. Mengisi kotak amal masjid setelah shalat subuh.
  2. Menyisihkan uang di celengan khusus di rumah setiap habis shalat subuh, kemudian menyalurkannya setelah terkumpul.
  3. Mentransfer uang kepada orang tua, kerabat yang membutuhkan, atau lembaga sosial setelah shalat subuh.
  4. Memberikan makanan kepada tetangga, fakir miskin, atau panti asuhan.
  5. Bersedekah dalam bentuk non-materi, seperti berdzikir, membantu orang lain, atau tersenyum.

Penting untuk diingat bahwa sedekah yang paling utama adalah yang dilakukan secara konsisten, meskipun dalam jumlah yang sedikit.

"Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu berkata, 'Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah'. Malaikat yang satu berkata, 'Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil'." (HR Bukhari dan Muslim)

Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 215,


يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

Artinya: "Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, "Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (dan membutuhkan pertolongan)." Kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya."

Seperti yang dijelaskan didalam QS Surat Al Baqarah ayat 215 juga mengingatkan bahwa kita senantiasa dalam kehidupan selain rasa syukur atas segala sesuatu yang disedekahkan untuk kebaikan. Disamping kebaikan pula orang yang bersedekah bukan berarti mendapatkan sebuah imbalan namun akan diganjar pahala. Maka dari itu penjelasan mengenai hukum sedekah subuh kepada orang tua termasuk amal yang tidak hanya bernilai pahala, namun juga tercatat amal salehnya di sisi Allah SWT.

Kemudian, Rasulullah SAW dalam haditsnya menegaskan bahwa sedekah hendaknya dimulai dari keluarga. Beliau bersabda,

"Bersedekahlah!" Seseorang menanggapi, 'Ya Rasulullah, saya memiliki satu dinar (rezeki).' Rasul berkata, 'Bersedekahlah untuk dirimu.' Ia berkata, 'Saya masih punya sisanya.' Kata Rasul, 'Berikan kepada istrimu.' Ia berkata, 'Masih ada yang lain.' Kata Rasul, 'Berikan kepada anakmu!' 'Masih ada yang lain.' Rasul berkata, 'Berikan kepada pelayanmu!' 'Masih ada yang lain.' Rasul berkata, 'Terserah kamu (kamu lebih tahu)." (HR An Nasa'i)

Dalam riwayat lain, Abu Hurairah RA pernah bertanya kepada Nabi SAW terkait sedekah yang paling utama. Dia berkata,

"Wahai Rasulullah, apakah sedekah yang paling utama?' Rasul menjawab, 'Sedekah orang sedikit harta. Utamakanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu,'" (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Doa Sedekah Subuh yang Bisa Diamalkan


Ilustrasi Sedekah Subuh Kedua Orang Tua/Shutterstock


Sebelum memberikan sedekah subuh, hendaknya muslim memanjatkan bacaan berikut yang dikutip dari buku Ajaibnya Bangun Pagi, Subuh, Dhuha & Mengaji di Pagi Hari oleh Muhammad Ainur Rasyid.

نَوَيْتُ التَّقَرُّبَ اِلَى اللهِ تَعَالَى وَاتِّقَاءَ غَضَبِ الرَّبِّ جل جلاله وَاتِّقَاءَ نَارِ جَهَنَّمَ وّالتَّرَحُّمَ عَلَى الاخْوَانِ وَصِلَةَ الرَّحِمِ وَمُعَاوَنَةَ الضُّعَفَاءِ وَمُتَابَعَةَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَاِدْخَالَ السُّرُوْرِ عَلَى اْلاِخْوَانِ وَدَفْعِ البَلاَءِ عَنْهُ وَعَنْ سَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلاِنْفاَقَ مِمَّا رَزَقَهُ الله وَقَهْرَ النَّفْسِ وَالشَّيْطَانِ

Nawaitut taqoruba ilallahi ta'ala wattiqoaa ghadlabir rabbi jalla jalaluhu wattiqoa nari jahannama wattarakhkhuma 'ala ikhwani wa shilatur rahimi wa mu'awanatadh dlu'afai wa mutaba'atan nabiyyi shallallahu 'alaihi wa sallama wa idkholas sururi 'alal ikhwani wa daf'il balai 'anhu wa 'an sairil muslimina wal infaqo mimma razaqohullahu wa qohran nafsi wasy syaithoni.

Artinya: "Aku niat (bersedekah) untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghindari murka Tuhan, menghindari api neraka jahannam, berbelas kasih kepada saudara dan menyambung silaturahmi, membantu orang-orang yang lemah, mengikuti Nabi Saw, memasukkan kebahagiaan pada saudara, menolak turunnya dari mereka dan semua kaum muslimin, menafkahkan rizki yang diberikan oleh Allah, dan untuk mengalahkan nafsu dan setan."

Setelah sedekah subuh, bacalah doa berikut ini.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Rabbana taqabbal minna innaka antas sami'ul alim.

Artinya: "Ya Tuhan kami, terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Sejatinya Jomblo Prasetio Budi Guno

Post a Comment

Iklan Scroll Untuk Melanjutkan
Iklan Scroll Untuk Melanjutkan
Advertisement