Harga Mobil Pikap India Mahindra, Tata Yodha Scorpio Dan Ultra T.7 Light Truck Buat Koperasi Merah Putih

Table of Contents

SejatinyaJomblo.com - Telah tercatat sebanyak 1.000 unit pikap dilaporkan sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dan siap memasuki proses distribusi ke berbagai daerah Provinsi, Kab hingga Kota. Mobil yang diperuntukkan untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih di wilayah dengan infrastruktur terbatas, termasuk area pegunungan, perkebunan, hingga distribusi antardesa.


Mahindra Scorpio Pikup/Kompas/Donny

Diperkirakan, harga yang diterima Agrinas berada di kisaran Rp 200 jutaan per unit. "(Harga) semua sudah urusan mereka, sudah termasuk pajak semua. Pokoknya prinsip saya, harga yang disepakati adalah harga terima (di seluruh Indonesia, termasuk) di Papua, tidak ada penambahan satu sen pun,” kata Joao, dalam konferensi pers di Jakarta (24/2/2026).


Tata Yodha 2.0 pikap (Foto: Tata Motors)

Mobil pikap Mahindra, merek asal India yang dikenal tangguh untuk medan berat, saat ini cukup santer dibicarakan di Indonesia, terutama model Mahindra Scorpio Pikup. Mobil ini sering dianggap sebagai alternatif "murah tapi bertenaga" dibandingkan kompetitor Jepang seperti Toyota Hilux atau Mitsubishi Triton.

PT Agrinas Pangan Nusantara resmi mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga asal India untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih dengan nilai kontrak mencapai Rp 24,66 triliun. Pengadaan ini melibatkan dua produsen besar, yakni Mahindra dan Tata Motors. 


Tata Ultra T.7 Light Truck (Foto: Tata Motors)


Dari total tersebut, sebanyak 35.000 unit merupakan Scorpio Pick Up dari Mahindra. Sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors yang terdiri atas 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.

Secara umum, spesifikasi pikap 4x4 yang didapat mencakup mesin diesel bertenaga dengan torsi besar untuk angkutan logistik, sistem penggerak empat roda (4WD) dengan transfer case untuk mode high dan low.

Namun ia enggan menyebut detail lantaran terikat NDA (Non Disclosure Agreement) dengan pihak pabrikan. Meski begitu, ia sempat menyebut banderolnya berada di bawah rata-rata harga pikap merek Jepang yang sudah diproduksi di dalam negeri. 

Dengan skema pembelian dalam jumlah besar dan negosiasi langsung dengan prinsipal, perusahaan pelat merah ini bahkan diklaim mampu menghemat hingga Rp 46 triliun dibandingkan skema pengadaan dengan harga pasar umum. Unit yang didatangkan bukan versi standar paling dasar, melainkan pikap berpenggerak 4x4 yang dirancang untuk kebutuhan medan berat.

Meskipun harganya kompetitif, perlu diingat bahwa jaringan diler dan bengkel resmi Mahindra di Indonesia tidak sebanyak merek Jepang. Mobil ini lebih menyasar segmen fleet (perusahaan) atau pengguna di daerah operasional khusus daripada pengguna harian di kota besar.

Sumber: KompasCOM

Sejatinya Jomblo PT. Berita Kapan Digital

Post a Comment

Iklan Scroll Untuk Melanjutkan
Iklan Scroll Untuk Melanjutkan
Advertisement