Sejatinyajomblo.com - Setiap pekerja atau karyawan tentunya bagi yang sudah lanjut usia tentu memikirkan tentang dana pensiun. Memang sudah banyak sekali orang berputar uang dengan dimiliki dan tentunya menjadikan finansial nyaris untuk kebutuhan sehari-hari pn demikian berasa mengalami kenaikan. Tidak sedikit orang yang melakukan usaha mulai dari mengembangkan usaha, menekuni hobi yang selama ini tertunda, hingga menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga.
 |
| Ilustrasi Tips Finansial/sejatinyajomblo.com/Magnific |
Perlu diketahui bahwa seorang yang telah pensiun bisa menjadi awal dari fase kehidupan baru yang penuh peluang. Tidak kurang banyak pekerja alias banyak yang ikut serta untuk menghitung gaji bulanan dengan fase pensiun dalam beberapa waktu atau tahun dekat.
7 Tips Finansial Sebelum Pensiun Persiapan Keuangan
Dilansir dari DetikFinance, ini yang menjadi dari satu kata padahal, ini yang akan menjadi sorotan seksama media pula semakin dini persiapan dilakukan, semakin besar peluang untuk membangun sumber penghasilan baru dan mempertahankan kualitas hidup setelah tidak lagi menerima gaji bulanan.
Sebagai gambaran, seorang pegawai yang akan memasuki masa pensiun dalam 5 tahun ke depan sudah dapat sedini mungkin mempersiapkan usaha keluarga, investasi aset produktif, atau pengembangan keterampilan yang dapat menjadi sumber penghasilan setelah pensiun.
Menyiapkan masa pensiun yang mapan memerlukan perencanaan yang matang agar kenyamanan hidup tetap terjaga tanpa adanya penghasilan aktif bulanan.
Berikut adalah 5 tips finansial krusial yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki masa pensiun:
1. Tentukan Masa Waktu Dari Pensiun
Menentukan waktu banyak diantara yang berbicara waktu adalah uang. Hanya dengan memiliki tujuan yang jelas, seseorang dapat lebih mudah menyusun strategi keuangan dan menentukan kebutuhan dana yang diperlukan di masa mendatang.
Misalnya, jika berencana membuka usaha setelah pensiun, tentu akan ada kebutuhan modal yang perlu dipersiapkan. Begitu juga jika ingin memiliki tempat tinggal yang lebih nyaman atau menjalani aktivitas produktif lainnya.
2. Hitung Ulang Biaya Hidup Pascapensiun
Jangan berasumsi pengeluaran Anda akan sama persis seperti saat masih bekerja. Beberapa biaya seperti transportasi kerja atau baju dinas mungkin berkurang, namun biaya lain seperti kesehatan biasanya meningkat.
3. Bebaskan Diri dari Utang Konsumtif
Memasuki masa pensiun dengan beban cicilan adalah salah satu risiko finansial terbesar. Utang yang belum lunas akan menggerus dana pensiun Anda dengan cepat. Prioritaskan pelunasan utang dengan bunga tinggi (seperti kartu kredit atau KTA) serta cicilan jangka panjang (seperti KPR) sebelum hari terakhir Anda bekerja.
4. Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun
Perhitungan ini mencakup biaya hidup sehari-hari, kebutuhan kesehatan, dana darurat, hingga berbagai rencana yang ingin diwujudkan setelah pensiun. Saat bekerja, Anda mungkin berfokus pada instrumen agresif untuk pertumbuhan kekayaan. Namun, menjelang pensiun, fokus harus beralih ke preservasi kekayaan (menjaga nilai aset) dan likuiditas (kemudahan mencairkan uang).
5. Menyiapkan Sumber Pendapatan
Banyak pensiunan yang tetap aktif menjalankan usaha, membuka praktik profesional, mengelola aset produktif, atau menjalankan aktivitas lain yang menghasilkan pendapatan.
6. Menjaga Kesehatan Finansial
Selain menambah aset, mengelola kewajiban sebelum memasuki masa pensiun juga tidak kalah penting. Salah satunya dengan memastikan kondisi keuangan tetap sehat menjelang masa pensiun.
Dengan kondisi finansial yang lebih terencana, masa pensiun dapat dijalani dengan lebih tenang tanpa harus terbebani oleh berbagai persoalan keuangan yang tidak dipersiapkan sebelumnya.
7. Siapkan Dana Darurat dan Asuransi Kesehatan Ekstra
Masalah kesehatan adalah salah satu pengeluaran terbesar di usia tua. Mengandalkan satu sumber jaminan kesehatan terkadang belum cukup untuk menutupi seluruh fasilitas atau obat-obatan tertentu.
Pastikan Anda memiliki dana darurat setidaknya 6 hingga 12 bulan biaya hidup yang disimpan di rekening terpisah dan mudah diakses.
Pertahankan jaminan kesehatan dasar (seperti BPJS Kesehatan) dan pertimbangkan asuransi kesehatan tambahan selagi usia dan kondisi fisik masih memenuhi syarat pendaftaran.
Post a Comment