Amalan Hari Asyura 10 Muharram Jatuh Pada 25 Juni 2026
Sejatinyajomblo.com - Menurut sebuah riwayat, hari Asyura adalah hari diselamatkannya Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Firaun. Pada hari ini pula Allah SWT melabuhkan kapal Nabi Nuh AS usai bencana banjir bandang melanda. Keterangan tersebut bersandar pada riwayat Imam Ahmad dalam Al-Musnad dari Abu Hurairah RA, tentang amalan 10 Muharram.
![]() |
| Ilustrasi Puasa Tasua Muharram/Sejatinyajomblo.com/Magnific |
Amalan Hari Asyura 10 Muharram Jatuh Pada 25 Juni 2026
"Pada suatu kesempatan Rasulullah melewati sejumlah orang Yahudi yang ketika itu berpuasa di hari Asyura. Lalu beliau bertanya, "Puasa apa hari ini?" Mereka menjawab, "Inilah hari di mana Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari tenggelam, dan menenggelamkan Firaun.
Dan ini merupakan hari berlabuhnya kapal Nuh di Al-Judi. Kemudian Nuh dan Musa berpuasa pada hari ini sebagai rasa syukur kepada Allah Mendengar penjelasan mereka, Rasulullah bersabda, "Aku lebih berhak mengikuti Musa dan aku lebih berhak untuk berpuasa pada hari ini." Kemudian Rasulullah memerintahkan para sahabat beliau untuk berpuasa."
Amalan Hari Asyura 10 Muharram
Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram adalah hari puasanya para nabi, menurut sebuah hadits dari Abu Hurairah RA yang disebutkan Imam Al-Hanbali dalam Latha'iful Ma'arif. Rasulullah SAW bersabda:
يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ كَانَتْ تَصُوْمُهُ الْأَنْبِيَاءِ فَصُوْمُوهُ أَنتُمْ .
Artinya: "Hari Asyura dahulu merupakan hari di mana para Nabi berpuasa. Karena itu, hendaklah kalian berpuasa di dalamnya." (HR Baqi bin Makhlad dalam kitab Musnad-nya)
Rasulullah SAW juga berpuasa pada hari Asyura dan beliau memerintahkan umatnya berpuasa pada hari tersebut. Aisyah RA mengatakan:
كَانَ عَاشُورَاءُ يَوْمًا تَصُومُهُ قُرَيْشُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُهُ فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ النَّاسَ بِصِيَامِهِ فَلَمَّا افْتُرِضَ رَمَضَانُ كَانَ رَمَضَانُ هُوَ الْفَرِيضَةُ وَتَرَكَ عَاشُورَاءَ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ.
Artinya: "Hari Asyura merupakan hari di mana kaum Quraisy melakukan puasa semasa jahiliah. Dan Rasulullah melakukan puasa hari Asyura. Setelah tiba di Madinah, beliau melakukan puasa Asyura dan memerintahkan (kaum muslimin) untuk melakukan puasa Asyura. Ketika puasa Ramadan telah diwajibkan, maka yang puasa Ramadan lah yang wajib, sedangkan puasa Asyura ditinggalkan. Barang siapa yang berkeinginan, maka ia melakukan puasa Asyura dan barang siapa yang berkeinginan, maka ia meninggalkannya." (HR Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi dalam Jami'-nya)

Post a Comment