Cara Rasulullah SAW Menjaga Shalat Khusyuk

Table of Contents

Sejatinyajomblo.com - Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat jelas mengenai cara meraih dan menjaga kekhusyukan dalam shalat. Khusyuk bukan sekadar ketenangan fisik, melainkan kehadiran hati secara utuh di hadapan Allah SWT.


Ilustrasi Shalat/Sejatinyajomblo.com/Magnific


Berikut adalah beberapa cara dan kebiasaan Rasulullah SAW dalam menjaga kekhusyukan shalat yang bisa kita teladani:

1. Mempersiapkan Diri Sejak Sebelum Shalat Dimulai

Kekhusyukan tidak dibangun saat takbiratul ihram, melainkan sejak bersuci. Rasulullah SAW menyempurnakan wudhu (isbaghul wudhu) dan mengenakan pakaian yang bersih serta rapi. Beliau juga menganjurkan untuk membaca doa setelah wudhu dan berjalan ke masjid dengan tenang, tidak tergesa-gesa meskipun shalat jamaah sudah akan dimulai.

2. Menghadirkan Kesadaran Bahwa Shalat adalah Pertemuan dengan Allah

Rasulullah SAW bersabda mengenai ihsan, yaitu: "Kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, dan jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." (HR. Bukhari dan Muslim). Beliau selalu menanamkan perasaan bahwa saat shalat, seorang hamba sedang berdialog langsung dengan Penciptanya.

3. Melakukan Gerakan dengan Tenang (Tumaninah)

Rasulullah SAW melarang keras shalat yang terburu-buru, yang diibaratkan seperti burung gagak yang mematuk makanan. Beliau memberikan hak pada setiap gerakan—baik ruku, iktidal, maupun sujud—dengan berhenti sejenak hingga posisi tulang kembali mapan sebelum berpindah ke gerakan berikutnya. Tumaninah inilah yang menjadi kunci ketenangan fisik dan batin.

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian berdiri untuk salat, sesungguhnya ia sedang bermunajat kepada Tuhannya." (HR. Bukhari)

Cara Menjaga Kekhusyukan Salat

Dilansir dari DetikHikmah, Merangkum buku Belajar Khusyuk karya Izzuddin ibn Abdussallam, berikut cara menjaga khusyuknya salat:

1. Menyempurnakan Wudhu sebelum Salat

Rasulullah SAW selalu menjaga kesempurnaan wudhu sebelum melaksanakan salat. Wudhu bukan sekadar membersihkan anggota tubuh, tetapi juga menjadi persiapan sebelum menghadap Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda,

"Barang siapa berwudu lalu menyempurnakan wudunya, keluarlah dosa-dosa dari tubuhnya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya." (HR. Muslim)

2. Salat dengan Tenang dan Tidak Tergesa-gesa

Rasulullah SAW melaksanakan salat dengan penuh ketenangan. Setiap gerakan dilakukan secara sempurna tanpa terburu-buru.

Ketika melihat seseorang salat dengan tergesa-gesa, beliau bersabda, "Kembalilah dan salatlah, karena sesungguhnya engkau belum salat." (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Memusatkan Pandangan ke Tempat Sujud

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengarahkan pandangannya ke tempat sujud ketika salat.

Kebiasaan ini membantu menjaga konsentrasi dan menghindarkan pandangan dari hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan.

4. Merenungi Bacaan Salat

Rasulullah SAW membaca ayat-ayat Al-Qur'an dalam salat dengan tartil dan penuh penghayatan.

Memahami arti bacaan salat menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kekhusyukan.

5. Menjauhkan Hal yang Mengganggu Konsentrasi

Rasulullah SAW tidak menyukai sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian saat salat.

Dalam sebuah hadits, beliau pernah melepas kain yang memiliki corak karena motifnya mengganggu konsentrasi ketika salat.

Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Bawalah kain ini kepada Abu Jahm dan bawakan kepadaku kain yang polos, karena coraknya tadi hampir melalaikanku dalam salat." (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Tidak Menahan Lapar atau Buang Hajat

Islam mengajarkan agar seseorang tidak memulai salat ketika makanan telah tersaji atau ketika masih menahan buang air.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada salat ketika makanan telah dihidangkan, dan tidak pula ketika seseorang menahan buang air besar atau kecil." (HR. Muslim)

7. Memperbanyak Doa Saat Sujud

Sujud merupakan posisi paling dekat antara seorang hamba dengan Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, "Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud. Maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim)

8. Mengingat Kematian

Sebagian ulama menjelaskan bahwa salah satu cara menghadirkan khusyuk adalah mengingat bahwa salat yang sedang dikerjakan bisa jadi merupakan salat terakhir.

Rasulullah SAW bersabda, "Apabila engkau berdiri untuk salat, maka salatlah seperti salatnya orang yang akan berpisah (salat terakhirnya)." (HR. Ibnu Majah, dinilai hasan oleh sebagian ulama)
Sejatinya Jomblo PT. Berita Kapan Digital

Post a Comment

Iklan Scroll Untuk Melanjutkan
Iklan Scroll Untuk Melanjutkan
Advertisement