Bacaan Doa Agar Lunas Terlilit Hutang dan Rezeki Datang Dari Arah Tak Disangka
Sejatinyajomblo.com - Kehidupan rumah tangga yang diwarnai masalah utang sering kali memicu tekanan emosional dan keretakan komunikasi. Mengelola utang bersama pasangan memerlukan transparansi, strategi terstruktur, dan pembagian peran yang jelas. Dalam Islam, utang merupakan beban yang sangat diperhatikan karena menyangkut hak sesama manusia. Ketika rumah tangga diuji dengan masalah finansial dan utang, suami dan istri dianjurkan untuk saling menguatkan, berusaha menyelesaikan bersama, serta melengkapinya dengan ikhtiar batiniah melalui doa.
![]() |
| Ilustrasi Berdoa/Sejatinyajomblo.com/Magnific |
Berikut adalah beberapa amalan doa sahih yang diajarkan Rasulullah SAW agar dimudahkan dalam melunasi utang, membuka pintu rezeki, serta menjaga keharmonisan rumah tangga.
Doa Terbebas dari Beban Utang dan Kesedihan
Doa ini sangat masyhur diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada Abu Umamah RA untuk memohon perlindungan dari kecemasan, rasa malas, dan lilitan utang.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Latin
Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal 'ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhli, wa a’udzu bika min ghalabatid dayni wa qahrir rijal.
Artinya:
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang serta kesewenang-wenangan orang lain." (HR. Abu Dawud)
Yahya Zainul Maarif atau Buya Yahya, pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon, menjelaskan hal yang serupa. "Utang-utang suami, istri tidak wajib membayar. Utang istri, suami tidak wajib membayar," ujar Buya Yahya dalam cuplikan video di kanal YouTube Al Bahjah TV.
Bacaan Doa Agar Lunas Terlilit Hutang dan Rezeki Datang Dari Arah Tak Disangka
Pendapat beliau menegaskan bahwa suami tidak berhak memaksa istri untuk ikut menanggung beban utang tersebut. Namun, istri perlu memperhatikan secara hukum perbankan saat ikut menandatangani persetujuan utang.
"Secara hukum syariat Anda tidak wajib membayar, hanya Anda bertanda tangan saja, dan bukan Anda yang meminjam," lanjut Buya Yahya.
Dilansir dari DetikHikmah, Apabila seorang istri secara sukarela dan tanpa paksaan memberikan hartanya untuk membantu suami melunasi utang, tindakan tersebut bernilai sedekah dan bakti yang sangat agung di sisi Allah SWT.
"Kalau Anda niati membayarkan untuk suami, hal yang baik itu," ujar Buya Yahya.
Ikhtiar Melalui Doa Pelunasan Utang
Meski istri tidak wajib melunasi dari segi harta, sebagai pasangan hidup, istri dapat memberikan dukungan moral dan batiniah melalui doa. Berikut amalan doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon pelunasan utang:
1. Doa Memohon Kemudahan Pelunasan Utang
Mengutip dari buku Majmu' Syarif Qalbu oleh Ahmad Fahmi Kamil, ada doa yang diajarkan Rasulullah SAW agar diberi kemudahan dalam melunasi utang:
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allahummak-fini bihalalika 'an haramika, wa aghnini bifadhlika 'amman siwak.
"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal dari yang haram, dan perkayalah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu."
2. Doa Melunasi Utang
اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالدَّيْنِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْدُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ
Allahumma inni a'udzu bika minal kufri wad daini wal faqri, wa a'udzubika min 'adzabi jahannama wa a'udzu bika, min fitnatid-dajjal.
"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran, utang dan kefakiran. Aku mohon perlindungan kepada-Mu dari azab neraka Jahanam. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah Dajjal."
3. Doa Agar Dimudahkan Rezeki
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ انْوَاعِ الرِّزْقِ وَالْفُتُو حَاتِ. يَا بَاسِطَ الَّذِي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ ابْسُطْ عَلَيَّا رِزْقًا كَثِيرًا مِنْ كُلِّ جِهَةٍ مِنْ خَزَائِنِ رِزْقِكَ بِغَيْرِ مِنَّةٍ مَخْلُوْ قٍ بِفَضْلِكَ وَ كَرَمِكَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Arab-latin: Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammadin 'adada anwaa'irrizqi wal futuuhaati, yaa baasithalladzii yabsuthur rizqaa liman yasyaa-u bi ghairi hisaabin. Ubsuth 'alayya rizqanka katsiiran min-kulli jihatin min khazaaini rizqika bighairi minnatin makhluuqin bi fadllika wa karamika wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallama.
"Wahai Allah, limpahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad sebanyak aneka rupa rezeki. Wahai Dzat yang Maha Meluaskan rezeki kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Luaskan dan banyakkanlah rezekiku dari segenap penjuru dari perbendaharaan rezeki-Mu tanpa pemberian dari makhluk, berkat kemurahan-Mu jua. Dan limpahkanlah pula rahmat dan salam atas dan para sahabat beliau."

Post a Comment